Dalam penamaan Khoirur Rooziqiin ada maksud yg mulia. Agar nama Allah yang diagungkan. Dan namanya DIA yang berkaitan dengan rezeki.
Insyaa Allah bisa, karena DKR menggunakan emas 999.99 Au standar LBMA atau LM 24 Karat
- Emas tidak bisa dipalsukan. Dan tidak ada yang berani memalsukan emas, karena mudah sekali ketahuannya. Kalau ada kasus2 penipuan emas di Indonesia, itu bukan emasnya yang dipalsukan, tapi adanya money game. Emas-emas yang di digitalkan juga rentan penipuan. Tapi, emas yang berbentuk fisik, ya tidak mungkin dipalsukan. Berbeda dengan menguji produk makanan, yang harus menguji di laboratorium, Emas berbeda. Di setiap sudut manapun selalu ada toko emas. Dan emas bisa dengan mudah diuji di sana. Apalagi koin. Itu tipis sekali, tidak mungkin palsu. Walaupun begitu, dinar KR akan dilindungi dengan sertifikat berhologram dan ada nomor serinya. Jadi makin tidak mudah lagi dipalsukan. Ayuk, kembali ke Dinar.
Emas itu sudah mulia dan bernilai dengan bentuk dasarnya. Namun dengan hiasan dalam ukiran, doa dan keindahan seni Dinar, emas menjadi jauh lebih mulia lagi. Apalagi ada nubuwwahnya Nabi, Dinar akan kembali mulia di akhir zaman. Jadi mana yang harusnya dipilih? Untuk rasa : silahkan sentuh, pegang dan lihat dari dekat kedua-duanya dan rasakan di hati, mana getaran hati yang nyambung, itulah yang Anda pilih. Untuk nilai Investasi : keduanya sama saja. Dinar KR jika dijual pun akan bertahan bagus harganya karena kualitas 24 karat. Untuk nilai keberkahan : pastinya Dinar. Karena bukan sekedar Emas. Ada nilai sunnah memilikinya. Sama dengan makan, semuanya sama-sama kenyang. Tapi makan dengan tata cara yang disukai Nabi, pasti lebih berkah.
Kami mengetahui bahwa di zaman Nabi saw, Dinar digunakan sebagai alat tukar, ukuran beratnya adalah 4,25 gram dengan kemurnian 91,7% atau 22 karat. Lalu kenapa kami memilih menggunakan 24 karat pada Dinar Khoirur Rooziqiin (DKR). Berikut ini beberapa alasannya: 1. Dinar KR tidak ditujukan untuk menjadi alat tukar. Hal ini sesuai dengan fatwa DSN MUI no 77, bahwa emas saat ini tidak digunakan sebagai mata uang. Dan kami mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia tempat kami berpijak, bahwa mata uang yang berlaku adalah rupiah. 2. Karena DKR tidak menjadi alat tukar, maka DKR membedakan karatase dengan dinar yang digunakan sebagai mata uang, untuk menjadi garis pembeda yang jelas dengan dinar yang ada di masa kini yang diniatkan sebagai alat tukar. 3. DKR memposisikan diri sebagai alternatif pilihan bagi masyarakat yang mau mengoleksi dinar namun dengan karatase murni seperti logam mulia antam yaitu 24 karat atau fine gold 999.9. Bisa dibilang, dinar KR adalah emas murni berhias tulisan dinar. 4. DKR dalam hal ini juga menggunakan hadist Nabi, “khootibun naas ‘ala qodri uquulihim” berdakwah kepada manusia sesuai dengan pola fikir objek dakwah. Masyarakat banyak berfikir untuk memilih emas 24 karat yang nilai jual-kembalinya lebih baik. Memenuhi keinginan itulah, DKR berniat menjadi alternatif. 5. Jika masyarakat Indonesia menginginkan dinar dengan karatase 91,7% atau 22 karat, kami menyarankan untuk tidak membeli dinar KR, namun membeli dinar yang dikeluarkan oleh produsen lain. 6. Penyikapan zakat menggunakan DKR adalah dengan menyesuaikan dengan berat dan kemurniannya. Besarnya tetap 2,5% dari emas yang tersimpan setelah terpenuhi haul 1 tahun dan nishabnya. Pada dinar 91,7%, nishabnya adalah 20 dinar. Sementara pada DKR, nishabnya adalah 18,33 dinar. 7. DKR diproduksi di pabrik yang menggunakan bahan dasar emas antam, tanpa ada proses pencampuran apapun. Dan keunggulannya koin emas, karena tidak bisa dipalsukan dan mudah dites di banyak tempat. Jika ragu akan kualitasnya, pihak pabrik mempersilahkan untuk memeriksa di lembaga pengecekan manapun. 8. Dinar KR juga meyakini bahwa produk yang kami keluarkan masih jauh dari dinar yang dimaksud nabi saw “Akan datang kepada manusia, suatu masa yang mana tidak bermanfaat di masa itu kecuali dinar dan dirham” (HR Ahmad) dan hadits-hadits sejenis yang menjadi nubuwwah Rasulullah saw di akhir zaman. DKR memposisikan diri sebagai batu bata kecil dalam menyongsong nubuwwah tersebut dengan prinsip “Jika tidak bisa dilaksanakan seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya”. Kami memulai dengan yang kami bisa, tanpa merasa diri benar dan siap terus belajar. 9. Akhirnya mari sama-sama kita berfikir tentang keselamatan harta umat Islam. Selama ini harta umat tergerus dengan inflasi yang disetting sedemikian rupa hingga aset umat hilang. Saatnya bahu membahu dan bekerjasama bagi sesama praktisi emas dan dinar di Indonesia. Sepanjang umat islam memegang emas, apapun namanya, kita saling bertoleransi dan menghormati.
Emas itu sudah mulia dan bernilai dengan bentuk dasarnya. Namun dengan hiasan dalam ukiran, doa dan keindahan seni Dinar, emas menjadi jauh lebih mulia lagi. Apalagi ada nubuwwahnya Nabi, Dinar akan kembali mulia di akhir zaman. Jadi mana yang harusnya dipilih? Untuk rasa : silahkan sentuh, pegang dan lihat dari dekat kedua-duanya dan rasakan di hati, mana getaran hati yang nyambung, itulah yang Anda pilih. Untuk lindung Nilai : keduanya sama saja. Dinar KR jika dijual pun akan bertahan bagus harganya karena kualitas 24 karat. Untuk nilai keberkahan : pastinya Dinar. Karena bukan sekedar Emas. Ada nilai sunnah memilikinya. Sama dengan makan, semuanya sama-sama kenyang. Tapi makan dengan tata cara yang disukai Nabi, pasti lebih berkah.
Silahkan membeli melalui Wakil Resmi kami yang terdapat pada list Wakil Resmi yang terdaftar
- datang langsung > Yadin bi Yadin - delivery > akad salam Silahkan keduanya
WR DKR adalah Wakil Resmi Dinar Khoirur Roziqin, yang boleh membeli Dinarnya ke Pusat dan memasarkan Dinar ke masyarakat umum

Dinar Khoirur Rooziqiin adalah dinar yang mengusung tema Simpan – Amankan – Muliakan

Kontak Kami